RSS

Metode Lendir Serviks

04 May

Perubahan siklus dari lendir serviks yang terjadi karena perubahan estrogen. Lendir serviks yang diatur oleh hormon estrogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi. Pada setiap siklus haid diproduksi 2 macam lendir serviks oleh sel serviks, yaitu :
a. Lendir tipe E (Estrogenik):

  • Diproduksi pada fase akhir pra ovulasi dan fase ovulasi
  • Sifat-sifat: banyak, tipis, seperti air (jernih) dan viskositas rendah. spinkerbeit (elastisitas) besar. bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis
  • Spermatozoa dapat menembus lendir ini

b. Lendir tipe H(Gestagenik)

  • Diproduksi pada fase awal praovulasi dan setelah ovulasi
  • Sifat –sifat: kental, viskositas tinggi, keruh
  • Dibuat karena peninggian kadar estrogen
  • Spermatozoa tidak dapat membus lendir ini

Ciri-ciri lendir serviks pada berbagai fase dari siklus haid (30):
a. Fase I
– haid
– hari1-5
– lendir dapat ada atau tidak, dan tertutup oleh darah haid
– perasaan wanita : basah dan licin (lubrikatif)
b. Fase II
– post haid
– hari 6-10
– tidak hanya lendir / hanya sedikit
– perasaan wanita kering
c. Fase III
– awal pra ovulasi
– hari 11- 13
– lendir keruh, kuning atau putih dan liat
– perasaan wanita : liat dan atau lembab
d. Fase IV
– segera sebelum pada saat dan sesudah ovulasi
– hari 14-17
– lendir bersifat jernih, licin, basah, dapat diregangkan
– dengan konsistensi seperti putih telur
– hari terakhir fase ini dikenal sebagai gejala puncak
– perasaan wanita :lubrikatif dan atau basah
e. Fase V
– post ovulasi
– hari 18-21
– lendir sedikit, keruh dan liat
– perasaan wanita liat dan atau lembab
f. Fase VI
– akhir post ovulasi atau segera pra haid
– hari 27-30
– lendir jernih dan seperti air
– perasaan wanita : liat dan atau lembab-basah

• Teknik Metode Lendir Serviks
Abstain dimulai dari hari pertama diketahui adanya lendir setelah haid dan berlanjut sampai dengan hari keempat setelah gejala puncak.
• Penyulit-penyulit lendir serviks :
a. keadaan fisiologis : sekresi vagina karena ada rangsangan seksual.
b. keadaan patologis : infeksi vagina, serviks, penyakit-penyakit, pemakaian obat.
c. keadaan psikologis : sters baik fisik maupun emosional

Catatlah perubahan lendir serviks

1. Lendir mesti diperhatikan selama seharian dan grafik diberi tanda setiap malam.
a. Setiap hari ketika darah sedang keluar, termasuk bercak, diberi tanda M (menstruasi).
b. Ketika merasakan sensasi kering pada vulva dan lendir tidak terlihat, diberi tanda K (kering).
c. Setiap hari ketika terlihat lendir yang putih atau krem diberi tanda L (lendir).
d. Setiap hari ketika terlihat lendir yang transparan, licin, diberi tanda S (subur).

2. Mendeskripsikan dengan kata-kata sendiri
a. Sensasi : lembab, lengket, basah, licin
b. Penampakan pada tisu: putih, krem, berawan, atau transparan.
Pada lendir yang subur kadang-kadang terlihat bercak darah.
c. Tes dengan jari: lengket, membenang, atau elastis.

3. Hari Puncak
Hari ini ditandai dengan memberi tanda silang pada huruf S yang terakhir. Hari ini dapat diketahui secara restropektif. Pada hari selanjutnya akan terjadi perubahan lendir menjadi lebih tebal, putih dan lengket atau menjadi kering lagi.

4. Tanda-tanda tambahan
Tanda-tanda yang merupakan indikator minor ini juga dicatat.

5 .Hubungan seksual
Karena cairan semen akan mempengaruhi konsistensi lendir, dicatat dalam grafik dengan melingkari nomornya.

Sumber : berbagai sumber di internet.

 
Leave a comment

Posted by on 05/04/2011 in Tips

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: