RSS

Rasulullah & Supernanny

27 Sep

Dikisahkan pada suatu ketika, Rasulullah dan para sahabat akan memasuki sebuah kota. Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menghalangi jalan Rasulullah. Beberapa sahabat berusaha untuk menyuruh anak itu minggir, tapi anak itu bergeming. Ia tetap menghalangi jalan Rasulullah. Apa yang Rasulullah lakukan? Rasulullah pun menundukkan badannya, hingga ketinggian matanya sama dengan si anak. Sambil menatap dengan teduh ke mata anak tersebut, dengan lemah lembut Rasulullah pun berkata  “sayang, ada apa? bolehkah kami lewat dan masuk ke kotamu?”. Setelah anak itu menyampaikan keinginannya, maka anak itu pun minggir dan mempersilahkan Rasulullah dan  para sahabat masuk ke dalam kota.

Dalam berkomunikasi dengan anak kecil, nilai yang ditanamkan Rasulullah bisa kita temui pada teknik Supernanny dimana ada kesamaan untuk menyamakan “eye level”. Eye level ialah menyamakan ketinggian mata kita dengan mata lawan bicara. Ketika bicara dengan anak-anak, maka kita menyamakan “tinggi mata” kita dengan mereka agar pandangan saling bertemu. Maka dari teknik Supernannya, marilah kita ambil yang relevan.

Berikut cara Supernannya menerapkan disiplin pada anak yang melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki :

  • Turun menyamakan level, bisa dengan jongkok atau duduk (Go down to their level)
  • Bangun kontak mata (Make eye contact)
  • Sampaikan pada mereka apa yang telah keliru mereka lakukan (Tell them they did something unacceptable)
  • Peringatkan mereka jika mereka mengulanginya mereka akan duduk di kursi nakal (Warn them that if they do that again they will go to the Naughty Chair)
  • Jika perilaku berulang, bawa anak dan dudukkan ia di kursi nakal (If the bad behavior is repeated, take the child and sit him in the Naughty Chair)
  • Jelaskan kenapa mereka harus duduk disana sampai Anda kembali dan menjemputnya (Explain why they are sitting there and to stay there until you come and get him)
  • Lamanya waktu disesuaikan umur: 1 menit X usia. Timer akan berguna untuk dilihat anak juga berjalannya waktu (The length of the time-out is determined by their age: 1 minute X their age. A timer would be useful here and a visual indication for the child to watch the time go by)
  • Pada akhir waktu, anak harus minta maaf (At the end of the time-out, the child must apologize.)
  • Untuk anak yang lebih besar, mereka bisa pergi ke ruang nakal yang bukan kamar mereka dan tidak bisa menonton TV atau aktivitas lain sehingga ruang itu membosankan (For an older child, they can go to a “Naughty Room” that is not their bedroom and does not have a TV or other activities; it has to be a boring place)
  • Untuk anak yang lebih kecil, kursi nakal bisa dilokasikan pada tempat yang dekat dengan tempat main utama tapi jangan di ruang tidur atau tempat makan (For a younger child, the time-out should take place in a “Naughty Chair” that is placed close-by the main play area, but again not in a bedroom or eating place. The first step of the stairs, if you have stairs, is a good place for a toddler)
  • Alternatif lain, Anda tidak bisa menempatkan tempat time-out dekat tempat tidur, tempat makan ataupun tempat main (Either way, you cannot associate a time-out with a place where they sleep or eat or play, or else they will refuse to sleep, eat, or play there)

Kutipan teknik Supernannya : http://umibrahim.tripod.com

 
Leave a comment

Posted by on 09/27/2011 in Tips

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: